Masih terlalu dini untuk mengatakan kami gagal, tapi belum cukup untuk dikatakan berhasil. Tapi inilah pengorbanan yang selalu kami lakukan guna mempererat persoudaraan dan keakraban di antara anak Banjarhajo di jogja.
Dengan Tema yang kami usung “get Up Friends” pada acara makrab, adalah untuk memeberi semangat agar kita tetap bersama berjuang untuk Banjarharjo tercinta. Tapi Respek dari teman-teman seperjuangan di Jogja membuat kami berpikir seribukali, munkin kami belum cukup mampu untuk mempasilitasi kebersamaan antara kawan-kawan semua. Data Keluarga, Mahasiswa dan pelajar banjarharjo di jogja mencapai 60 0rang (data 2008-2009). Tapi anggota yang hadi r pada acara makrab 2010 hanya 10 0rang (silahkan tertawa.... ) makrab ko Cuma 10 orang.
Anggap saja kami belum cukup memberi semangat atau kurang dalam kinerja, tapi ini adalah bukti perjuangan kami, dengan sisa-siasa tenaga kami masih berjuang untuk BanjarHarjo tercinta. Bung Karno pernah berkata “berikan aku 9 orang maka akan aku gocangkan dunia”. Begitu pun kami, Tuhan memeberikan kami 10 orang tapi kami yakin, kami mampu untuk membanggakan Banjarharjo.
Makrab kali ini menjadi perjalanan renungan. Memahami diri dan mengintrospeksi diri , untuk kami dan Banjarharjo. Diantara gunung Merbabu dan pucak panas Merapi kami berdiri mengukur kemampuan diri. Mencoba menggapai harapan dan cita-cita. Cahaya matahari diantara dua gunung seperti cahaya harapan bertambah terang dan terus terangkat tinggi melintasi dua gunung yang kokoh.
Kami merasa berada di puncak tertinggi, dimana kota magelang, Boyolali dan sekitanya hanya sebuah benda kecil yang bisa digengam oleh tangan kami. kami harap Banjarharjo bisa kami gegam ditangan kami untuk kami jadikan kebanggaan.
Banyak hal menari k yang kami dapatkan dari pengalaman makrab ini. Ketep pass adalah gardu pandang yang ada di sekitar gunung merbabu dan merapi, selain pemandangan yang indah. Kami juga memperoleh pengalaman yang menarik. Disana terdapat musium Vulkanologi dimana terdapat berbagai benda hasil dari aktivitas merapi, ada juga multimedia interaktif seperti animasi Vulanis. Terdapat juga Theater Vulkanologi menapilkan film dokumentasi aktifitas merapi dari peristiwa tahun 2005 sampai tragedi 1994 yang menelan korban jiwa.
Waktu berajak malam wonolelo menjadi tujuan berikutnya. Kami menuju home stay tempat kami menginap. Hawa diningin pegunungan menjalar tapi 10 remaja ini selalu berusaha untuk membuat suasana jadi hangat. Canda, tawa, iringan gitar dan kopi hangat menemani malam. Dan tentunya selalu ada ajang diskusi untuk sebuah kemajuan.
Suara gaduh dipagi hari membangunkan kami. sekelompok anak MAPALA muncul, kabarnya mereka baru turun gunung tadi malam. Hebat kawan kalianlah yang di tunggu Negara ini. Pagi itu kami akan mengunjungi air terjun wonolelo dan gua airnya. Tapi sayang goa air itu berbahaya banyak ular, jadi kami teruskan meuju air terjun. Dibawah derasnaya air terjun kami mandi, mecoba bertahan dari hawa dingin seperti es. Sementara anak-anak MAPALA yang sedang mengadakan acara pelantikan ikut bergabung bersama kami.
Terimakasih tuhan atas nikmat yang enkau berikan. Dan jagalah kami untuk tetap bersama dalam kebersamaan.
Senin, 01 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar